[FF Oneshot] Had Enough

HAD ENOUGH

Title                 : Had Enough

Author             : NandaFM

Rate                 : Teen

Genre              : Romance

Main Cast       : Im Yoona | Oh Sehun

Disclaimer     : Bagi yang merasa udah pernah baca FF ini sebelumnya, silahkan dicek dulu dimana dulu bacanya. Soalnya FF ini pernah aku post di blog pribadi aku (foggymindyblog.wordpress.com).

RCL guys 🙂

Enjoy!

**NO PLAGIATOR ALLOWED

“Aku ke kamar mandi sebentar, okay?”

“Mau kuantar?”

Yoona hanya mendengus mendengar tawarannya. Sejak kapan seorang Oh Sehun menjadi perhatian. “Tidak perlu, ini hanya kamar mandi. Aku tahu jalannya. Terimakasih banya,” jawabnya dengan sedikit menunduk. Berpura-pura memberi hormat.

“Bagaimana kalau tiba-tiba nanti ada yang menculikmu? Aku takut kehilanganmu. Membayangkannya saja membuatku mual.” Sehun memegangi perutnya dan berpura-pura sedang menahan rasa ingin muntah.

Yoona hanya memutar bola matanya malas.

“Aku serius, Noona.”

“Jangan kemana-mana! Tetap di sini, dan jaga matamu itu. Jangan sampai kau berani main mata sembarangan!” Yoona segera berlalu ke arah kamar mandi. Rasanya kalau harus mendengar ocehan Sehun yang tidak ada habisnya, dia bisa-bisa ngompol di tempat.

Sehun memang cerewet. Yoona sudah tahu itu dari sebelum mereka berpacaran. Wajahnya saja memang terlihat dingin dan tidak bersahabat, tapi saat dia membuka mulutnya lenyap sudah image-nya itu. Sehun sering berbicara hal konyol, dan melemperkan candaan yang, hanya menurutnya saja, lucu.

Waktu itu Yoona, yang merasa lelah sepulangnya dari pesta ulang tahun temannya, merasa ingin memaki saat mendengar suara kamar adiknya yang bersebelahan dengan kamarnya. Langsung saja Yoona membuka kamar adiknya, Taemin, dan langsung mengomel panjang lebar. Taemin dan dua orang temannya, Kai dan Sehun, seketika berhenti dari apapun yang saat itu sedang mereka lakukan dan melihat ke arahnya.

Dan saat Yoona bersiap untuk kembali ke kamarnya dia seketika terasa membatu saat Sehun berbicara dengan wajahnya yang datar. “Noona, kau terlihat aneh dengan pakaian hello kitty-mu. Rambutmu persis dengan gambar sarang burung yang ada di buku pelajaranku. Tapi, aku seperti melihat dirimu yang sesungguhnya. Aku menyukainya. Aku menyukaimu. Saranghae,” ujar Sehun waktu itu dalam sekali tarikan napas.

Mengingat kejadian malam itu membuat Yoona terkekeh pelan. Dia masih tidak percaya bagaimana bisa dirinya termakan rayuan bocah ingusan seperti Sehun.

          Untung saja masih ada stall yang kosong, pikir Yoona segera memasuki stall itu. Kalau sampai tadi semuanya penuh, Yoona bisa ngompol sungguhan. Dia benar-benar sudah berada di ujung tanduk.

“Aku tidak percaya kau benar-benar memberinya nomor telepon.” Yoona tidak berniat menguping, tapi mau bagaimana lagi. Suara itu terdengar cukup kencang di kamar mandi yang tidak ukurannya tidak seberapa.

“Hanya memberi nomor telepon bukanlah hal yang susah,” lawan bicaranya menanggapi. Suaranya lebih lantang dari gadis sebelumnya.

Yoona yang sebenarnya sudah selesai tidak segera keluar. Sudah terlanjur dengar ceritanya sedikit, saying kalau harus dilewatkan.

“Tapi itu milikku yang kau berikan, Seung Wan-ah,” balas si gadis bersuara lembut itu dengan nada sedikit kesal.

“Dan aku melakukannya karena dia memang meminta punyamu, Baechu-ah,” jawab Seung Wan. Yoona mendengus mendengarnya. Mana ada sekarang yang bernama ‘Baechu’. Usaha agar terlihat imutnya sedikit memaksa, kalau Yoona bisa berpendapat.

“Aku tidak suka dengannya,” balas Baechu.

“Oh come on, kau bahkan belum mengenalnya. Beri dia kesempatan,” bujuk Seung Wan. “Lagipula dia tampan tidak ada salahnya untuk mencoba, kan?”

“Hanya karena dia tampan bu-“

For God Sake!” potong Seung Wan sedikit berteriak. “Simpan saja nomornya. Namanya kalau tidak salah Oh Sehun.”

Yoona yang daritadi tersenyum kecil mendengar perdebatan dua gadis itu seketika mematung. Oh Sehun memang playboy dan suka tebar pesona, tapi tidak mungkin kan kalau dia melakukannya saat berkencan dengan Yoona? Yoona hanya pergi ke kamar mandi sebentar, demi hidung besar Squidward!

Yoona tidak bisa diam saja. Dia segera berhambur keluar dari tempatnya bersembunyi sedari tadi dan sesegera mungkin menuju Sehun berada.

Di sana! Sehun berpindah posisi dari saat dia meninggalkannya tadi. Bersama wanita pula. Mereka terlihat berbincang akrab seperti anak sekolahan yang sedang kencan. Well, Sehun memang masih anak sekolahan, tapi dia sedang kencan dengan Yoona saat ini.

“Oh Sehun!” geram Yoona saat sudah sampai di tempat Sehun dan gadis berambut pirang itu berada. Hanya semir rambut murahan, batin Yoona kesal melihat warna akar rambut gadis itu mulai terlihat.

Seperti paham dengan apa yang terjadi saat itu gadis, yang membuat jengkel Yoona setengah mati, langsung pergi.

“Siapa dia?” tuntut Yoona

“Gadis tadi?” tanya Sehun yang tak mendapat jawaban. Tentu saja Yoona bertanya tentang gadis itu. Tidak mungkin Yoona datang tiba-tiba dengan wajah merah menahan emosi, hanya bertanya tentang penjaga toilet yang terlihat sedang mengantuk.

“Dia butuh bantuan,” jelas Sehun. “Dia sedang tersesat.” Jawaban Sehun kali ini membuat Yoona tertawa sinis.

“Tersesat di dalam mall ini?”

“Kau lihat matanya, kan? Matanya seperti berteriak minta tolong,” ujar Sehun berusaha membela diri.

“Matanya memang indah. Bulat dan besar. Such a pretty eyes,” balas Yoona penuh sarkas.

“Dia-“

Has a great ass too. I know,” potong Yoona ketika melihat gelagat Sehun sedang memutar otak mencari alasan. Yoona sudah sangat kesal. Tidak cukup dengan kejadian di kamar mandi barusan, kini dia melihat sendiri Sehun sedang menjalankan aksinya. Menggoda setiap makhluk bumi yang memakai rok. Mungkin kalau ada kambing betina didandani secantik mungkin Sehun juga akan menggodanya.

“Aku hanya berniat bersikap baik padanya, you know,” ujar Sehun terdengar pasrah.

          No, I don’t, batin Yoona. “Kenapa kau selalu mencoba bersikap baik pada gadis lain? Kenapa kau tidak mencoba baik untuk kekasihmu sendiri?”

“Apa maksudmu?”

“Kau tahu, kau tidak pernah mau menemaniku belanja.” Yoona tahu ada banyak contoh yang lebih besar dari ini, tapi dia hanya mengutarakan apa yang pertama hinggap di pikirannya. Dan berada di mall hanya membuat Yoona teringat pada ‘belanja’.

I’m here, right?”

“Karena saat ini kita sedang mencarikan kado untukmu. Selain saat seperti ini mana mungkin kau bersedia menemaniku?” tantang Yoona.

“Baik. Aku minta maaf, okay. Mulai sekarang aku akan menemanimu belanja,” jawab Sehun menggenggam tangan Yoona.

“Tidak, Sehun. Ini lebih dari soal belanja. Aku hanya lelah denganmu.”

Sehun hanya terdiam membiarkan Yoona menumpahkan semua yang ada di pikirannya.

“Aku tadi hanya pergi ke kamar mandi sebentar, tidak ada lebih dari setengah jam. Tapi, sudah dua kali aku mendapati kamu sedang menggoda gadis lain.”

Sehun menatapnya tidak mengerti. Yoona hanya mendapatinya dengan satu gadis saja tadi. “Tidak. Kau pasti ada yang salah lihat tadi, Noona.”

“Baechu dan Seung Wan.” Jawaban Yoona membuat Sehun menunduk malu.

“Maafkan aku Noona. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi.”

“Tidak Sehun. Aku lelah dengan semua siklus yang sama ini. Hatiku lelah selalu merasa was-was bahkan saat aku berkedip.”

“’Apa dia tersenyum untuk orang lain? Apa dia menggenggam tangan gadis lain? Apa dia bermain dengan hati wanita lain?’ pertanyaan itu selalu saja menghantuiku setiap kali kamu tidak ada dalam jarak pandangku. Aku seperti seseorang yang paranoid,” lanjut Yoona ketika Sehun hanya terdiam. “Aku ingin ini berakhir. For good.”

“Tidak.” Secara refleks Sehun menggenggam tangan Yoona lebih kuat. Ia ingin memastikan bahwa gadis di hadapannya tidak akan tiba-tiba pergi.

“Kau bisa menyimpan sepatu itu. Anggap saja itu kado perpisahan dariku.” Yoona melepaskan genggaman tangan Sehun.

“Aku mencintaimu. Please, tetaplah di sini. Jangan pergi.”

I’m sorry.” Yoona pergi menjauh tidak menghiraukan pernyataan Sehun. Mengabaikan teriakan Sehun yang memintanya kembali.

Yoona tahu mereka berdua saat ini pasti menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Oleh sebab itu ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Sudah cukup teriakan Sehun mempermalukan mereka berdua. Tidak perlu ada tangis dramatis dari Yoona untuk memperkeruh suasana.

Yoona hanya bisa terus melangkah maju. Mencoba untuk tidak menoleh ke belakang. Meyakinkan diri sendiri bahwa dirinya dan Sehun memang tidaklah untuk ditakdirkan bersama.

Sudah cukup satu tahunnya bersama Sehun. Dia sudah cukup merasakannya. Dia kini hanya tinggal melanjutkan hidup dan mencoba mencari seseorang yang lain. Seseorang yang bersedia hanya membukakan pintu hatinya untuk Yoona seseorang. Tidak perlu ada pintu cadangan lain dengan dalih sebagai emergency door. Karena sekalipun ada bahaya, Yoona hanya ingin menghadapinya bersama dengan satu orang saja dengan pintu yang terkunci itu. Terjebak selamanya berdua.

END

Advertisements

2 thoughts on “[FF Oneshot] Had Enough

  1. Omeegott sedih bgt, dasar sehun mata keranjang huh..
    Salam kenal yaa aku reader baru disini, aku berharap ff nya bisa terus di update hehehe, menurutku ceritanya bgus bahasanya juga wkwk,, sekali lagi karna aku udah jarang baca ff yoonhun maka aku berharap ff nya terus update dari author hihihi maaf ya kalo kebanyakan minta wk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s